1.
Tugas Perkembangan Masa Anak
Tugas perkembangan
masa anak menurut :
Ø Munandar (1985) adalah belajar berjalan, belajar mengambil
makanan yang padat, belajar berbicara, toilet training, belajar membedakan
jenis kelamin dan dapat kerja kooperatif, belajar mencapai stabilitas
fisiologis, pembentukan konsep-konsep yang sederhana mengenai kenyataan sosial
dan fisik, belajar untuk mengembangkan diri sendiri secara emosional dengan
orang tua, sanak saudara dan orang lain serta belajar membedakan baik dan
buruk.
Ø Havighurst (dalam Hurlock, 1980) tugas perkembangan pada
masa anak-anak adalah sebagai berikut:
·
Mempelajari ketrampilan fisik yang
diperlukan untuk permainan-permainan yang umum.
·
Membangun sikap yang sehat mengenai
diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh.
·
Belajar menyesuaikan diri dengan
teman-teman seusianya
·
Mulai mengembangkan peran sosial
pria atau wanita yang tepat
·
Mengembangkan
ketrampilan-ketrampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung
·
Mengembangkan pengertian-pengertian
yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
·
Mengembangkan hati nurani,
pengertian moral, dan tata dan tingkatan nilai
·
Mengembangkan sikap terhadap
kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga
·
Mencapai kebebasan pribadi.
2.
Tugas Perkembangan Masa Remaja
Seorang remaja dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya
dapat dipisahkan ke dalam tiga tahap secara berurutan (Kimmel, 1995: 16):
·
Tahap pertama adalah remaja awal, di
mana tugas-tugas perkembangan yang harus diselesaikannya sebagai remaja adalah
pada penerimaan terhadap keadaan fisik dirinya dan menggunakan tubuhnya secara
lebih efektif. Hal ini karena remaja pada usia tersebut mengalami
perubahan-perubahan fisik yang sangat drastis, seperti pertumbuhan tubuh dan
perubahan bentuk fisik.
·
Tahap kedua adalah remaja madya, di
mana tugas perkembangan yang utama adalah mencapai kemandirian dan otonomi dari
orang tua, terlibat dalam perluasan hubungan dengan kelompok sebaya dan
mencapai kapasitas keintiman hubungan pertemanan; dan belajar menangani
hubungan heteroseksual, pacaran dan masalah seksualitas.
·
Tahap ketiga adalah remaja akhir, di
mana tugas perkembangan utama adalah mencapai kemandirian seperti yang dicapai
pada remaja madya, namun berfokus pada persiapan diri untuk benar-benar
terlepas dari orang tua, membentuk pribadi yang bertanggung jawab,
mempersiapkan karir ekonomi, dan membentuk ideologi pribadi yang di dalamnya
juga meliputi penerimaan terhadap nilai dan sistem etik.
Demikianlah, penjelasan mengenai tugas-tugas perkembangan
remaja sebagai satu bagian dalam memahami remaja sebagai suatu masa transisi, menjembatani
masa kanak-kanak yang tidak matang ke masa dewasa yang matang. Macam transisi
yang berbeda akan membawa pengaruh yang berbeda pula bagi individu yang
mengalaminya. Demikian pula dengan bagaimana cara kita melihat transisi
tersebut akan mempengaruhi bagaimana kita dapat memahami apa yang dialami dan
dirasakan oleh remaja. Selanjutnya, kita akan melihat perubahan dan
perkembangan apa yang dialami oleh individu selama masa remajanya.
Ø Menurut Havighurst, tugas-tugas perkembangan seorang remaja
adalah sebagaipberikut:
·
Menerima keadaan fisik dirinya
sendiri dan menggunakan tubuhnya secara lebih efektif. Walaupun kedengarannya
sederhana dan mudah diucapkan, menerima keadaan fisik diri sendiri sering kali
menjadi masalah yang cukup besar bagi remaja. Banyak di antara kita yang sulit
menerima kenyataan bahwa kita berkulit gelap atau tidak setinggi dan selangsing
teman sebaya. Perasaan tidak puas ini kemudian membuat kita selalu dilanda
perasaan minder. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya fokuskan perhatian ke
kelebihan kita dan jadikan itu sebagai daya tarik. Selain itu, hilangkan dari
pikiran apa yang selama ini selalu ditanamkan oleh lingkungan kita, bahwa cewek
harus cantik, putih, tinggi, dan langsing untuk dapat disebut sebagai cewek
sejati, sedangkan cowok harus berbadan kekar, berbulu, dan bersuara dalam untuk
bisa dikatakan jantan. Karena, kalau kita memang enggak punya gen untuk dapat
berpenampilan seperti itu, kita cuma jadi gelisah dan enggak puas diri
selamanya, sehingga lupa bahwa kita punya banyak potensihdiri.
·
Mencapai kemandirian emosional dari
orang tua dan orang-orang dewasa lainnya. Usaha untuk mencapai kemandirian
emosional bisa membuat remaja melawan keinginan atau bertentangan pendapat
dengan orangtuanya. Dengan ciri khas remaja yang penuh gejolak dan emosional,
pertentangan pendapat ini sering kali membuat remaja menjadi pemberontak di
rumah. Apabila masalah ini tidak terselesaikan, terutama apabila orangtua
bersikap otoriter, remaja cenderung untuk mencari jalan keluar di luar rumah,
yaitu dengan cara bergabung dengan teman-teman sebaya yang senasib. Sebetulnya,
curhat dengan teman sebaya tidak ada salahnya, selama teman sebaya itu bisa
membantu mendapatkan solusi yang baik. Namun, sering kali karena yang dihadapi
adalah remaja seusia yang punya masalah yang kurang lebih sama dan sama-sama
belum berhasil mengerjakan tugas perkembangan yang sama, bisa jadi solusi yang
ditawarkan kurang bijaksana. Karena itu, kita perlu selalu ingat bahwa untuk
melepaskan diri secara emosional dari orangtua pun, bisa dilakukan dengan
meminta dukungan orangtua ataupun orang dewasa yang ada di sekitar kita.
Tentunya bukan dengan cara meminta mereka untuk memecahkan masalah kita, tapi
lebih kepada memahami keinginan kita untuk dipahami sebagai individu yang
beranjak dewasa dan tidak inginoterlaluktergantungolagiokepadaomereka.
·
Mencapai suatu hubungan dan
pergaulan yang lebih matang antara lawan jenis yang sebaya. Sehingga, remaja
akan mampu bergaul secara baik dengan kedua jenis kelamin, baik laki-laki
maupun perempuan. Kemampuan untuk mencapai tugas perkembangan ini juga
dipengaruhi oleh banyaknya interaksi yang dialami seorang remaja dengan
orang-orang dari kedua jenis kelamin. Tapi, hal ini sama sekali tidak berarti
bahwa kalau kita sekolah di sekolah khusus cowok atau khusus cewek, kemampuan
kita untuk bergaul secara matang dengan jenis kelamin lain akan terganggu.
Karena di sekolah kan juga ada guru, petugas perpustakaan dan kebersihan dari
jenis kelamin lain, dan kita juga berinteraksi dengan mereka. Selain itu,
pergaulan tidak terbatas di sekolah saja. Ketika kita pulang, di rumah dan di
lingkungan sekitar juga terdapat kenalan pria dan wanita. Jadi, temen-temen di
SMU Tarakanita, SMU Pangudi Luhur, ataupun sekolah khusus lainnya, enggak perlu
khawatir. Kemampuan untuk berinteraksi dengan seimbang itu hanya dapat
terganggu apabila kita sendiri yang memang menciptakan batasan untukobergaul.
·
Dapat menjalankan peran sosial maskulin dan
feminin. Peran sosial yang dimaksud di sini adalah seperti yang diharapkan
masyarakat, dan bergeser sesuai dengan peralihan zaman. Apabila pada zaman
dahulu secara sosial dianggap baik bila laki-laki mencari nafkah di luar rumah
sedangkan perempuan mengurus rumah tangga, dengan timbulnya kesadaran akan
kesetaraan jender sekarang ini tidak harus demikian. Sehingga, yang paling
penting untuk dipahami adalah sebagai anggota dari satu jenis kelamin, kita
jangan sampai kemudian merasa berhak untuk mensubordinasi atau memperlakukan
anggota jenis kelamin lain secara buruk atau semena-mena, baik di publik
(masyarakat) maupun domestik (rumahotangga).
·
Berperilaku sosial yang bertanggung
jawab. Idealnya, seseorang tentu diharapkan untuk berpartisipasi demi kebaikan
atau perbaikan di lingkungan sosialnya, namun bila hal itu belum bisa
dijalankan, minimal yang harus dilakukan adalah tidak menjadi beban bagi
masyarakat atau lingkungan sosialnya. Karena itulah, remaja yang terlibat
tawuran sampai menghancurkan fasilitas umum tentu tidak dapat dianggap telah
melampaui tugas perkembangan yang satu iniodenganosukses.
·
Mempersiapkan diri untuk memiliki
karier atau pekerjaan yang mempunyai konsekuensi ekonomi dan finansial. Setelah
melepaskan diri dari ketergantungan emosional dengan orangtua atau orang dewasa
lain, tugas yang menanti remaja adalah juga melepaskan diri dari ketergantungan
finansial dari mereka. Karena itulah, belajar bekerja juga merupakan hal yang
perlu dilakukan oleh remaja, betapapun kecil penghasilan yang diperoleh. Dengan
demikian, diharapkan pada saatnya nanti kita bisa siap terjun dan bekerja di
masyarakat.
·
Mempersiapkan perkawinan dan
membentuk keluarga. Dengan dilaluinya tugas perkembangan yang telah disebutkan
tadi yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk bergaul dengan sesama maupun
lawan jenis, diharapkan pergaulan ini akan dapat membawa ke langkah selanjutnya
yaitu untuk memilih pasangan hidup yang sesuai dan mulai mempersiapkan diri
membentuk keluarga.
·
Memperoleh perangkat nilai dan
sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku sesuai dengan norma yang ada di
masyarakat. Keberhasilan remaja melaksanakan tugas perkembangan ini ditandai
dengan, misalnya, kesuksesannya meredam serta mengendalikan gejolak emosi
maupun seksualnya sehingga dapat hidup sesuai dengan norma dan etika yang
berlaku. Untuk dapat memperoleh konsep diri yang memegang seperangkat nilai
ini, remaja dapat memiliki role model atau seseorang yang dijadikan tokoh idola
yang tingkah lakunya kemudian diteladani.
3.
Tugas Perkembangan Masa Dewasa
Tugas perkembangan masa dewasa
dibagi menjadi pada tiga tahap, yaitu:
Ø Masa dewasa awal
Memilih pasangan hidup, belajar hidup dengan suami atau
istri, memulai kehidupan berkeluarga, membimbing dan merawat anak, mengolah
rumah tangga, memulai suatu jabatan, menerima tanggung jawab sebagai warga Negara,
menemukan kelompok sosial yang cocok dan menarik
Ø Masa setengah baya
Memperoleh tanggung jawab sosial dan warga Negara, membangun
dan memperthankan standar ekonomi, membantu anak remaja untuk menjadi orang
dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia, membina kegiatan pengisi waktu
senggang orang dewasa, membina hubungan dengan pasanga hidup sebagai pribadi,
menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisik sendiri, menyesuaikan
diri dengan pertambahan umur
Ø Tugas perkembangan orang tua
Menyesuaikan diri dengan menurunya kesehatan dan kekuatan
fisik, menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan menurunya pendapatan, menyesuaikan
diri yterhadap meninggalnya suami/istri, menjalin hubuingan dengan perkumpulan
manusia usia lanjut, memenuhi kewajiban sosial dan sebagai warga Negara, membangun
kehidupan fisik yang memuaskan
Menurut Havighurst setiap tahap perkembangan individu harus
sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lainya, yaitu fisik, psikis serta
emosional, moral dan sosaial.
Adapun tugas perkembangan dewasa lainnya adalah
·
Memilih pasangan.
·
Belajar hidup dengan pasangan.
·
Memulai hidup dengan pasangan.
·
Memelihara anak.
·
Mengelola rumah tangga.
·
Memulai bekerja.
·
Mengambil tanggung jawab sebagai
warga negara.
·
Menemukan suatu kelompok yang
serasi.